Selasa, 14 Juni 2011

Alat Optik

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.
Mata
Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.
Bagian-bagian mata
Bagian-bagian mata
Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.
Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata.
daya akomodasi mata
daya akomodasi mata
Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.
Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.
Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).
Rabun Jauh dan Cara Memperbaikinya
Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga).
Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif
miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif
Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.
pers01pers02Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s’ adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
Rabun Dekat dan Cara Memperbaikinya
Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).
Cacat mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif
hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif
Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.
pers011pers03Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s’ adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
Kaca Pembesar
Kaca pembesar atau lup digunakan untuk melihat benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung. Lup menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif untuk memperbesar objek menjadi bayangan sehingga dapat dilihat dengan jelas.
180px-magnifying_glass2Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semacam ini objek harus berada di depan lensa dan terletak diantara titik pusat O dan titik fokus F lensa. untuk menghasilkan bayangan yang diinginkan, lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tidak berakomodasi.
Lup dapat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan. Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk harus tepat berada di titik dekat mata (s’ = sn = jarak titik dekat mata).
lup3-300x105Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah
pers09Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.
Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).
lup2-300x2041Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi adalah
pers051Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.
Mikroskop
Perbesaran bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan lup yang hanya menggunakan sebuah lensa cembung kurang maksimal dan terbatas. Untuk mendapatkan perbesaran yang lebih besar diperlukan susunan alat optik yang lebih baik. Perbesaran yang lebih besar dapat diperoleh dengan membuat susunan dua buah lensa cembung. Susunan alat optik ini dinamakan mikroskop yang dapat menghasilkan perbesaran sampai lebih dari 20 kali.
Sebuah mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). lensa yang dekat dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif, sedangkan lensa yang dekat mata dinamakan lensa okuler. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak fokus lensa objektif.
mikroskop dan bagian-bagiannya
mikroskop dan bagian-bagiannya
pembentukan bayangan pada mikroskop
pembentukan bayangan pada mikroskop
Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.
Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah
pers062Dimana Pob adalah perbesaran lensa objektif, s’ob adalah jarak bayangan lensa objektif dan sob adalah jarak objek di depan lensa objektif.
Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai berikut.
pers072
untuk mata berakomodasi maksimum

pers08
untuk mata tidak berakomodasi

Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata normal sn = 25 cm), dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.
Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Jadi,
P = Pob × Pok
Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:
(1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d). panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok).
d = s’ob + sok
(2) menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan
s’ok = −sn
(3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). Jadi, dapat dituliskan
sok = fok
Teropong Bintang
Bintang-bintang di langit yang letaknya sangat jauh tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata. Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat bintang atau objek yang letaknya sangat jauh.
Teropong terdiri atas dua lensa cembung, sebagaimana mikroskop. Pada teropong jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler (fob > fok). Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi agar tidak cepat lelah karena teropong digunakan untuk mengamati bintang selama berjam-jam. Dengan mata tidak berakomodasi, bayangan lensa objektif harus terletak di titik fokus lensa okuler. Dengan demikian, panjang teropong (atau jarak antara kedua lensa) adalah
d = fob + fok
dimana fob adalah jarak fokus lensa objektif dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.
Adapun perbesaran P yang dihasilkan oleh teropong adalah
pers10

Alat Optik

Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.
Mata
Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakan aqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.
Bagian-bagian mata
Bagian-bagian mata
Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.
Lensa mata merupakan lensa yang kenyal dan fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan objek yang dilihat. Karena bayangan benda harus selalu difokuskan tepat di retina, lensa mata selalu berubah-ubah untuk menyesuaikan objek yang dilihat. Kemampuan mata untuk menyesuaikan diri terhadap objek yang dilihat dinamakan daya akomodasi mata.
daya akomodasi mata
daya akomodasi mata
Saat mata melihat objek yang dekat, lensa mata akan berakomodasi menjadi lebih cembung agar bayangan yang terbentuk jatuh tepat di retina. Sebaliknya, saat melihat objek yang jauh, lensa mata akan menjadi lebih pipih untuk memfokuskan bayangan tepat di retina.
Titik terdekat yang mampu dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik dekat mata (punctum proximum/PP). Pada saat melihat benda yang berada di titik dekatnya, mata dikatakan berakomodasi maksimum. Titik dekat mata disebut juga dengan jarak baca normal karena jarak yang lebih dekat dari jarak ini tidak nyaman digunakan untuk membaca dan mata akan terasa lelah. Jarak baca normal atau titik dekat mata adalah sekitar 25 cm.
Adapun, titik terjauh yang dapat dilihat oleh mata dengan jelas disebut titik jauh mata (punctum remotum/PR). Pada saat melihat benda yang berada di titik jauhnya, mata berada dalam kondisi tidak berakomodasi. Jarak titik jauh mata normal adalah di titik tak hingga (~).
Rabun Jauh dan Cara Memperbaikinya
Orang yang menderita rabun jauh atau miopi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang jauh tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek di titik dekatnya (pada jarak 25 cm). titik jauh mata orang yang menderita rabun jauh berada pada jarak tertentu (mata normal memiliki titik jauh tak berhingga).
Rabun jauh dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa divergen yang bersifat menyebarkan (memencarkan) sinar. Lensa divergen atau lensa cekung atau lensa negatif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif
miopi dikoreksi menggunakan lensa negatif
Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami rabun jauh dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.
pers01pers02Di sini jarak s adalah jarak tak hingga (titik jauh mata normal), dan s’ adalah titik jauh mata (PR). Prinsip dasarnya adalah lensa negatif digunakan untuk memindahkan (memajukan) objek pada jarak tak hingga agar menjadi bayangan di titik jauh mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
Rabun Dekat dan Cara Memperbaikinya
Orang yang menderita rabun dekat atau hipermetropi tidak mampu melihat dengan jelas objek yang terletak di titik dekatnya tapi tetap mampu melihat dengan jelas objek yang jauh (tak hingga). Titik dekat mata orang yang menderita rabun dekat lebih jauh dari jarak baca normal (PP > 25 cm).
Cacat mata hipermetropi dapat diperbaiki dengan menggunakan lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan sinar. Lensa konvergen atau lensa cembung atau lensa positif dapat membantu lensa mata agar dapat memfokuskan bayangan tepat di retina.
hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif
hipermetropi dikoreksi menggunakan lensa positif
Jarak fokus lensa dan kuat lensa yang digunakan untuk memperbaiki mata yang mengalami hipermetropi dapat ditentukan berdasarkan persamaan lensa tipis dan rumus kuat lensa.
pers011pers03Di sini jarak s adalah jarak titik dekat mata normal (25 cm), dan s’ adalah titik dekat mata (PP). Prinsip dasarnya adalah lensa positif digunakan untuk memindahkan (memundurkan) objek pada jarak baca normal menjadi bayangan di titik dekat mata tersebut sehingga mata dapat melihat objek dengan jelas.
Kaca Pembesar
Kaca pembesar atau lup digunakan untuk melihat benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung. Lup menggunakan sebuah lensa cembung atau lensa positif untuk memperbesar objek menjadi bayangan sehingga dapat dilihat dengan jelas.
180px-magnifying_glass2Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya, tegak, dan diperbesar. Untuk mendapatkan bayangan semacam ini objek harus berada di depan lensa dan terletak diantara titik pusat O dan titik fokus F lensa. untuk menghasilkan bayangan yang diinginkan, lup dapat digunakan dalam dua macam cara, yaitu dengan mata berakomodasi maksimum dan dengan mata tidak berakomodasi.
Lup dapat digunakan dengan mata berakomodasi maksimum untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan. Agar mata berakomodasi maksimum, bayangan yang terbentuk harus tepat berada di titik dekat mata (s’ = sn = jarak titik dekat mata).
lup3-300x105Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata berakomodasi maksimum adalah
pers09Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.
Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum membuat mata menjadi cepat lelah. Agar mata relaks dan tidak cepat lelah, lup digunakan dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Untuk mendapatkan perbesaran bayangan yang diinginkan dalam keadaan mata tidak berakomodasi, bayangan yang terbentuk harus berada sangat jauh di depan lensa (jarak tak hingga). dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s = f).
lup2-300x2041Perbesaran bayangan yang dihasilkan oleh lup dengan mata tidak berakomodasi adalah
pers051Dimana P adalah perbesaran lup, sn adalah jarak titik dekat mata (sn = 25 cm untuk mata normal), dan f adalah jarak fokus lup.
Mikroskop
Perbesaran bayangan yang dihasilkan dengan menggunakan lup yang hanya menggunakan sebuah lensa cembung kurang maksimal dan terbatas. Untuk mendapatkan perbesaran yang lebih besar diperlukan susunan alat optik yang lebih baik. Perbesaran yang lebih besar dapat diperoleh dengan membuat susunan dua buah lensa cembung. Susunan alat optik ini dinamakan mikroskop yang dapat menghasilkan perbesaran sampai lebih dari 20 kali.
Sebuah mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). lensa yang dekat dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif, sedangkan lensa yang dekat mata dinamakan lensa okuler. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak fokus lensa objektif.
mikroskop dan bagian-bagiannya
mikroskop dan bagian-bagiannya
pembentukan bayangan pada mikroskop
pembentukan bayangan pada mikroskop
Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Bayangan I1 akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler. Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya, diperbesar, dan terbalik terhadap objek semula.
Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah
pers062Dimana Pob adalah perbesaran lensa objektif, s’ob adalah jarak bayangan lensa objektif dan sob adalah jarak objek di depan lensa objektif.
Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup, yaitu sebagai berikut.
pers072
untuk mata berakomodasi maksimum

pers08
untuk mata tidak berakomodasi

Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler, sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata normal sn = 25 cm), dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.
Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. Jadi,
P = Pob × Pok
Hal-hal penting yang perlu diketahui berkaitan dengan mikroskop:
(1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d). panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa objektif (s’ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok).
d = s’ob + sok
(2) menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. Jadi, dapat dituliskan
s’ok = −sn
(3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). Jadi, dapat dituliskan
sok = fok
Teropong Bintang
Bintang-bintang di langit yang letaknya sangat jauh tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata. Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat bintang atau objek yang letaknya sangat jauh.
Teropong terdiri atas dua lensa cembung, sebagaimana mikroskop. Pada teropong jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler (fob > fok). Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi agar tidak cepat lelah karena teropong digunakan untuk mengamati bintang selama berjam-jam. Dengan mata tidak berakomodasi, bayangan lensa objektif harus terletak di titik fokus lensa okuler. Dengan demikian, panjang teropong (atau jarak antara kedua lensa) adalah
d = fob + fok
dimana fob adalah jarak fokus lensa objektif dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.
Adapun perbesaran P yang dihasilkan oleh teropong adalah
pers10

Rabu, 16 Maret 2011

makalah ipa tekanan


MAKALAH IPA
SMP NEGERI 1 DURI KLS 8.2
DISUSUN OLEH
MUHAMMAD RIZKY




KATA PENGANTAR
Makalah ini dibuat agar kita mengetahiu tentang pengetahuan alam berikut.Pemahaman ini dilakukan agar kita tahu masalah disekitar kita.kehidupan sehari-hari.Seperti tekanan
Selain mengenal tentang tekanan, kita juga perlu tahu pengunanya dan penangananya.Untuk mengatahui fungsi tekanan,defenisi tekanan,rumus tekanan,contoh soal dan lain-lain
Untuk memahami ini bukan hanya dibaca di buku ,tetapi juga bisa mencari informasinya di internet .Makalah ini memberikan informasi atau pelajaran seputa tekanan,kegiatan ini dapat dikerjakan di sekolah.Adapun beberapa petunjuk agar paham tentang makalah ini.
Pelajarilah terlebih dahulu konsep atau topik yang akan di bahas.Dengan mengetahui konsep,maka untuk menjawab soal di luar makalah agar lebih mudah.
                       DURI,03 MARET 2010

PENULIS MHD.RIZKY




   Definisi Tekanan
Tekanan merupakan suatu ukuran yang terdiri dari besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda untuk setiap satu satuan luas permukaan bidang tekan. Tekanan dapat dinotasikan sebagai simbolp (pressure) dan memiliki satuan SI Nnr2. Satuan tekanan yang lain adalah pascal (Pa) dan bar.      
1.Zat padat
A.Defenisi tekanan.
    Benda mempunyai luas bidang tekan kecil,akan menghasilkan tekanan yang besar.Besar tekanan berbanding terbalik dengan luas bidang tekanan.Artinya,makin kecil luas bidang tekan,makin besar tekanan yang dihasilkan.
Benda yang mempunyai berat (gaya berat) besar,akan menghasilkan tekanan yang besar pula.Besar tekanan berbanding lurus dengan besar gaya.Secara metematis,besaran tekanan dapat dituliskan dalam persaman.
B.Rumus tekanan zat padat beserta turunanya.
tekanan pada suatu zat padat dapat dinyatakan sebagai gaya per satuan luas penampang. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan sebagai berikut.


dengan:                                                                                      p = tekanan (N/m2)
F = gaya (N)
A = luas bidang tekan (m2)
A=p/f
F=p.a
   P=f/a
Turunan rumus:

   

                                                                                                                  1      
    C.Faktor-faktor yang mempengaruhitekanan zat padat.
Faktor yang mempengaruhi besar dan kecilnya tekanan dipengaruhi oleh:
1.Luas permukaan suatu bidang.
2.Berat ringanya suatu benda.
3.Gaya yang bekerja.
4.

  D.Soal tekanan zat padat.
      Contoh soal:
     Sebuah balok yang beratnya 50N terletak di atas meja,luas permukan yang bersentuh dengan besar 0,4m2.Berapa tekanan gaya berat terhadap meja?
Penyelesain:
Diketahui:                F=50   
                                   A=0,4m2          
Jawab:
                                 P=F/a=50N/0,4m2=125n/m2                                                                                                                                                                                            

E.Penerapan zat padat dalam kehidupan sehari-hari.
1.Kapak
    Mata kapak dibuat tajam untuk memperbesar tekanan sehingga memudahkan yukang kayu dalam memotong kayu.Jika memotong kayu  dengan kapak yang tajam akan lebih besar tenaga/gaya dikeluarkan.Jika menggunakan kapak yang tumpul akan mengeluarkan gaya/tenaga yang kecil.   
                                                                                                                                                                     2
2.Sirip Ikan
    Sirip ikan yang besar memungkinkan ikan bergerak di dalam air karena memperoleh gaya dorong dari gerakan sirip ikan .Sirip ini membuat tekanan yang besar ke air ketika sirip tersebut di gerakan.Akibatnya,Ikan memperoleh gaya dorong air sebagai reaksinya.
3.Sepatu salju
     Orang-orang yang hidup di daearah bersalju telah menfaatkan konsep tekanan.Seperti sepatu salju yang luas alasnya besar sehingga memperkecil tekanan berat tubuhnya pada salju.Hal ini juga mempermudah mereka berjalan di jalan yang bersalju.
2.Zat Cair

A.Defenisi tekanan
  Tekanan pada zat cair sering disebut juga dengan tekanan hidrostatis. Tekanan hidrostatis ini tergantung pada suatu tingkatan kedalaman dan berat jenis pada zat cair. Tekanan pada zat cair mengarah ke segala arah.Selai itu gravitasi juga menarik zat cair ke bawah did lam bejana yang ditempatinya.Akibatnya zat cair melakukan tekanan terhadap bejana yang ditempatinya atau terhadap benda apa saja yang ditaruh did lam zat cair itu.
        Tekanan di dalam zat cair memiliki beberapa sifat yang penting yaitu:
1.Tekanan bekerja ke segala arah.Zat  cair selalu menekan segala arah pada setiap permukan yang berhubungan  dengan pascal,Yaitu”Tekanan dalam zat cair diteruskan ke segala arah dengan sama kuatnya tampa mengalami pengurangan”.
2.Semakin dalam,tekanan semakin besar.Semakin dalam kamu menyelam ke dalam zat cair semakin berat zat cair di atasmu.
3.Tekanan bergantung pada massa jenis zat cair.Jika air di dalam danau diganti dengan zat cair yang lain massa jenisnya atau berat jenisnya leih kecil maka tekanan menjadi lebih kecil.
4.Tekanan tidak bergantung pada bentuk tabung.Maksudnya jikam tabung memiliki ukaran dan bentuk yang berbeda tapi tekanan pad zat cair tetap dan sama.Peristiwa ilmiah ini yang di sebut paradoks hidrostatis  “adalah peristiwa sma tingginya permukan zat cair dalamberbagai tabung yang berbeda bentuk dan ukuran”                                                                                                        
B.Rumus tekanan zat cair dan turunanya.
F1.A2=F2.A1
 


A1=F1.A2
          F2
F2=F1.A2
          A1
A2=F2.A1
            F1
F1=F2.A1
          A2
Turunanya:


F1=Gaya pada penghisap kecil(N)
F2=Gaya pada penghisap besar(N)
A1=Luas penambang  penghisap kecil(M2)
A2=Luas penambang besar(M2)
C.Faktor-faktor mempengaruhi tekanan zat cair
1.Massa jenis zat cair
2.Grafitasi bumi
3.Kedalaman ketinggiany suatu benda
4.Luas alas suatu permukaan benda
D.Soal tekanan zat cair
sebuah dongkrak hidrolik mempunyai luas penmpng kecil 200cm2 dan luas penampang besar 5 dm2. berapa besar gaya yang diperlukan agar dapat mengangkat mobil seberat 10.000N   jawab:
dik;a1 = 200 cm2
a2 = 5 dm2 = 500 cm2
F2 = 10.000 N
dit : F1

F1 = F2 . A2 / A1
= 10.000 . 500 / 200                                                                                                                                 
4
= 5.000.000/ 200                                                                                                                                   
     
= 25.000 N   
jadi gaya untuk F1 = 25.000 N

E.Penerapan zat cair dalam kehidupan sehari-hari.
1.Dongkrak hidrok mobil yang sedang bekerja.
2.Alat pengangkat mobil.
3.Meja meja operasi rumah sakit.
4.Kursi dokter gigi
5.Sistem pengerem mobil.
3.Zat gas
A.Defenisi tekananya.
Gas-gas yang ada di dalam ruangan yang tertutup akan mengeluarkan udar dan  menekan ke segala arah dengan sama besar. Tekanan gas pada ruang tertutup bisa diukur dengan menggunakan 2 alat yang berbeda yang masing-masing namanya seperti  manometer terbuka dan manometer tertutup. Tekanan gas dalam ruang terbuka dapat diukur dengan menggunakan barometer.
    Gas melakukan tekanan.Arah tekanan gas serupa dengan zat cair,yaitu mengarah ke segala arah.

P1=P2.v2
           V1
P2=p1.v1
        V2
P1.V1=p2.V2
B.Rumus tekanan zat gas dan turunanya.
                                                        Rumus turunanya:
V1=p2.v2
        P1
V2=p1.v1
       P2
P1 = tekanan awal (Pa atau N/m2)
P2 = tekanan akhir (Pa atau N/m2)
V1 = volume awal (m3)
V2 = volume akhir (m3)

                                                                                                                                                             
                                                                                                                                                       
                                                                                                                                                   C.Faktor-faktor yang memperngaruhi tekanan zat gas.
1.Tinggi rendahnya suatu tempat,Semakin tinggi tempatnya semakin besar tekananya.
2.Terbuka atau tertutupnya suatu ruang
3.
4.
D.Soal tekanan zat gas.
Dik:   V1=5m3
            V2=10m3
         P2=35N/M2
Ditanya:P1
P1=P2.V2/V1=35N/M2. 10m3/5m3=350N/M2/5m3=70N/M2.
E.Penerapan zat gas dalam kehidupan sehari-hari.
1.Manometer:  a.Manometer raksa terbuka
                              b.Manometer raksa tertutup
                              c.Manometer logam
2.Macam-macam pompa: a.Alat suntik
                                                 b.Pompa air
                                                 c.Pompa udara
                                                 d.Pompa sepeda
                                                                                                                                                       
                                                                                                                                                       Daftarisi:
Defenisi tekanan………………………………………………………………………..hal 1
1.Zat padat…………………………………………………………………………………hal 1
A.Defenisi tekanan……………………………………………………………………..hal 1
B.Rumus tekanan zat padat beserta turunanya…………………………..hal 1
C.Faktor-faktor yang mempengaruhitekanan zat padat……………….hal 2
D.Soal tekanan zat padat. ……………………………………………………………hal 2
E.Penerapan zat padat dalam kehidupan sehari-hari……………………hal 2
2.Zat Cair……………………………………………………………………………………..hal 3
A.Defenisi tekanan……………………………………………………………………….hal 3
B.Rumus tekanan zat cair dan turunanya……………………………………..hal 4
C.Faktor-faktor mempengaruhi tekanan zat cair………………………….hal 4
D.Soal tekanan zat cair………………………………………………………………...hal 4
E.Penerapan zat cair dalam kehidupan sehari-hari……………………….hal 5
3.Zat gas………………………………………………………………………………………hal 5
A.Defenisi tekananya…………………………………………………………………..hal 5
B.Rumus tekanan zat padat dan turunanya…………………………………hal 5
C.Faktor-faktor yang memperngaruhi tekanan zat gas……………….hal 6
D.Soal tekanan zat gas……………………………………………………………….hal 6
E.Penerapan zat gas dalam kehidupan sehari-hari……………………..hal 6
Kesimpulan…………………………………………………………………………………hal 7
Kesimpulan
Zat padat:
     Kita mempelajari seputar tekanan yang terjadi pada zat padat,agar kita mengetahui bahwa zat padat juga membantu pekerjaan kita sehari-hari.Setelah mengetahui bahwa besar tekanan dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor.
Zat cair:
    Sesunguhnya tekanan oleh zat cair merupakan contoh bahwa cair dpat membantu pekerjan kita dengan mudah,seperti dongrak hidrolik yang bias any di gunakan di setiap tempat pencucui kendaran.Zat cair pun bisa dipengaruhi bebrap faktor-faktor,seperti ketinggian dan kedalaman zat cair,gravitas dan lain-lain
Zat gas:
          Merupakan zat yang tidak dapat dilihat namun dapat di rasakan.Zat gas pun juga membantui pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari.Seperti pompa ban sepeda,dan lain-lain.Zat gas pun dpat dipengaruhi keadanya seperti,Berat lapisan udara,Rendah tingginya suhu ,dan lain-lain
             

                                                                                                                                            



 










Muhammad Rizky © 2008 Template by:
SkinCorner